Selasa, 07 Februari 2012

MENCINTAI ALLAH DIWUJUDKAN DENGAN MENCINTAI MAKHLUK-NYA

Syahdan, seorang sufi besar bernama Abu Bein Azim terbangun di tengah malam. Kamarnya bermandikan cahaya. Ditengah-tengah cahaya itu, ia melihat sosok makhluk yang bersinar terang. Ternyata ia adalah malaikat yang sedang memegang sebuah buku. Abu Bein bertanya, “Apa yang sedang engkau kerjakan?”
“Aku sedang mencatat daftar para pecinta Tuhan”.
Abu Bein sangat berharap namanya tercantum. Dengan cemas ia melongok daftar itu. Tapi kemudian ia gigit jari, karena namanya tidak tercantum di situ.
Ia pun bergumam, “Mungkin aku terlalu kotor untuk menjadi pecinta Tuhan. Sejak mala mini, aku ingin menjadi pecinta manusia (karena ALLAH)”.
Esok harinya, ia terbangun lagi ditengah malam. Kamarnya terang-benderang. Malaikat yang bercahaya itu kembali hadir. Abu Bein terkejut, karena namanya terdaftar sebagai pecinta Tuhan di atas buku tersebut. Ia pun bertanya, “Aku bukan pecinta Tuhan, aku hanyalah pecinta manusia (karena ALLAH)”
Malaikat itu berkata, “Baru saja Tuhan berkata kepadaku bahwa engkau tidak akan pernah bias mencintai Tuhan sebelum kamu menciontai sesame manusia”.
Jadi cinta kepada ALLAH bias diwujudkan dalam bentuk cinta kepada sesama manusia. Misalnya, suka member makan fakir miskin dan gemar menyantuni anak yatim seperti yang telah dicontohkan ooleh para sahabat Nabi, seperti Abu Bakar ra, Abdurrahman bin Auf ra dan sahabat lainnya. Bahkan, karena cintanya yang begitu mendalam kepada ALLAH, mereka rela mengorbankan sebagian besar harta mereka dijalan ALLAH. (Akhlak Hubungan Vertikal, 2008)

ISLAMIC MOTIVATION

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Arsip Blog