Djody menegaskan konser Kantata Barock bukanlah sekedar reuni antara dirinya, Iwan Fals dan Sawung Jabo. Lebih dari itu, ia ingin membuktikan musiknya yang revolusioner...
Setiawan Djody beraksi dengan gitarnya saat sesi latihan di kediamannya/ Foto-foto: Nopi TNOLSetiawan Djody beraksi dengan gitarnya saat sesi latihan di kediamannya/ Foto-foto: Nopi TNOL
Nama Setiawan Djody dalam blantika musik Indonesia tidak begitu asing. Bersama teman-temannya yang tergabung di Kantata Takwa dia berhasil menuai kesuksesan saat menggelar konser di Stadion Gelora Bung Karno pada Januari 1990 silam, lantaran penonton memadati lokasi pertunjukan.
Di tahun 1998 Djody dan teman-temannya menggelar konser kembali dengan mengusung nama Kantata Samsara berlanjut ke Kantata Revolvere.
Setelah sekian tahun tak membuat konser, pada penghujung tahun 2011 ini Djody bersama Sawung Jabo dan Iwan Fals membuat gebrakan. Mereka menyelenggarakan konser akbar pada Jumat, 30 Desember 2011 di tempat mereka pernah mencatatkan sejarah di dunia musik Indonesia. Namun, Djody enggan konser kali ini dikatakan hanya sekedar reuni.
"Ini bukan sekedar reuni, ini sebuah inovasi baru. Kita tidak mau merasa tua berlalu begitu saja, tapi kita ingin berkarya," jelasnya kepada TNOL usai latihan di kediamannya, Jalan Kemanggisan Raya No.3, Senin (26/12).
Siap menggebrak GBK bersama Kantata BarockSiap menggebrak GBK bersama Kantata BarockMenurut Djody, inovasi muncul dari mereka bertiga. Selanjutnya, bertemu menjadi satu energi sehingga terlaksana konser.
Nantinya mereka akan membawakan 24 buah lagu dengan durasi waktu tiga setengah jam. Pertunjukan akan dibuka dengan pemutaran video perjalanan Kantata mulai tahun 1990an sampai saat ini. Lagu yang mereka nyanyikan diambil dari lagu lama maupun lagu baru. Lagu lama mereka bawakan lantaran banyaknya permintaan. Disamping itu, masih sesuai dengan kondisi saat ini, terutama mengkritisi situasi yang sedang berlangsung.
"Lagu kita berisi keritikan semua, semisal Bongkar. Itu bisa berlaku dari zaman pemerintahan Soeharto hingga Susilo Bambang Yudhoyono," terang Djody. Mengenai penggunaan nama Kantata Barock, kata Djody, merupakan ide bertiga lantaran mereka adalah egaliter.
Setiawan DjodySetiawan DjodyBagi Djody perubahan Kantata Takwa, Kantata Samsara, Kantata Revolvere dan Kantata Barock sesuai tema konser. Dengan begitu memiliki perbedaan. Antara lain, dari segi komposisi, harmoni dan ekpresi. Plus lebih progresif, modern, heavy rock dan revolusioner. Revolusioner diartikan sebagai kehidupan yang harus terus berlanjut.
"Untuk itu, kita perlu berevolusi. Yang perlu di revolusi adalah diri sendiri, seperti kata Iwan dalam lagu Bongkar. Yang dibongkar adalah diri sendiri," tutur Djody. Demi suksesnya konser, Djody, Iwan Fals dan Sawung Jabo telah melakukan latihan secara intensif. Ditambah lagi, Djody latihan Tai Chi agar pernafasannya lebih bagus lagi. Djodi melakukannya setiap pagi.
Mengenai kostum konser, Djody tidak terlalu menyiapkan secara khusus. "Kostum saya pakai ini saja, sederhana karena kita tidak genit dan tidak mau macam-macam," ucapnya.
Djody menggunakan kemeja putih setelah mendapat kepastian dari Sawung Jabo yang akan memakai kaos merah dan Iwan berwarna hitam.(Sbh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Arsip Blog
-
▼
2011
(13)
-
▼
Desember
(13)
- Djody: Kantata Barock Bukan Sekedar Reuni
- Kantata Barock Siap Mengaum
- sahabat
- Iwan Fals - Yang terlupakan Lyrics
- Propertinya Lengkap
- Dingin diriku di malam yg sepi
- Amanah cinta
- selamat milad ibu
- Zoro Roronoa: Picture Roronoa Zoro And Nami
- Costacurta: SISTEM KARDIORESPIRATORI
- Setiap orang seharusnya melakukan 2 hal dengan kes...
- Jokowi Bakal Kerahkan 5000 Warga - Tribun Jogja
- Iwan Fals MANIA: 100 Kalimat Indah Dalam Lirik Lag...
-
▼
Desember
(13)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar